JAKARTA - Gegap gempita atau kesyahduan
perayaan Hari Pahlawan santer terdengar di penjuru Nusantara tiap 10
November, tidak terkecuali oleh kaum muda. Namun yang juga penting
adalah bagaimana kita memaknai dan mengisi perjuangan para pahlawan
bangsa.
Menurut Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Organisasi, Pimpinan Cabang Jakarta Selatan, Komaruddin Bagja Arjawinangun, bagi kawula muda, Hari Pahlawan seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan bangsa, dan merenungkan seperti apakah pahlawan masa depan.
"Tidak hanya mengenang perjuangan pahlawan yang terdahulu, tetapi juga memikirkan pahlawan seperti apa yang kita butuhkan di masa yang akan datang," ujar Komaruddin, ketika dihubungi Okezone, Sabtu (10/11/2012).
Mahasiwa Komunikasi Massa, FISIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ini mengimbuh, banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan Tanah Air. "Kita bisa mendatangi museum-museum sejarah, membaca buku sejarah dan juga mendengarkan lagu-lagu perjuangan nasional yang bisa menggugah nasionalisme dalam diri kita," tuturnya.
Bagi Ketua Komunitas Teater Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univesitas Indonesia (UI), Irma Sanusi, momentum Hari Pahlawan seharusnya bisa kita manfaatkan untuk mengapresiasi orang-orang yang disebut pahlawan tanpa pamrih di lingkungan terdekat.
"Misalnya mengapreasiasi orang-orang komunitas pencinta museum, sejarah, budaya dan lingkungan," kata mahasiswa jurnalistik itu.
Hal lebih konkret dicontohkan mahasiswa Komunikasi Massa, FISIP Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kanya Anindita. Salah satu hal positif yang dapat dilakukan anak muda dalam merefleksikan perjuangan pahlawan bangsa adalah menghindari budaya tawuran.
"Tawuran hanya berujung kepada rusaknya moral bangsa. Dengan menghindari tawuran, kita sudah menghargai jasa-jasa pahlawan terdahulu,"
Menurut Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Organisasi, Pimpinan Cabang Jakarta Selatan, Komaruddin Bagja Arjawinangun, bagi kawula muda, Hari Pahlawan seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan bangsa, dan merenungkan seperti apakah pahlawan masa depan.
"Tidak hanya mengenang perjuangan pahlawan yang terdahulu, tetapi juga memikirkan pahlawan seperti apa yang kita butuhkan di masa yang akan datang," ujar Komaruddin, ketika dihubungi Okezone, Sabtu (10/11/2012).
Mahasiwa Komunikasi Massa, FISIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ini mengimbuh, banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan Tanah Air. "Kita bisa mendatangi museum-museum sejarah, membaca buku sejarah dan juga mendengarkan lagu-lagu perjuangan nasional yang bisa menggugah nasionalisme dalam diri kita," tuturnya.
Bagi Ketua Komunitas Teater Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univesitas Indonesia (UI), Irma Sanusi, momentum Hari Pahlawan seharusnya bisa kita manfaatkan untuk mengapresiasi orang-orang yang disebut pahlawan tanpa pamrih di lingkungan terdekat.
"Misalnya mengapreasiasi orang-orang komunitas pencinta museum, sejarah, budaya dan lingkungan," kata mahasiswa jurnalistik itu.
Hal lebih konkret dicontohkan mahasiswa Komunikasi Massa, FISIP Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kanya Anindita. Salah satu hal positif yang dapat dilakukan anak muda dalam merefleksikan perjuangan pahlawan bangsa adalah menghindari budaya tawuran.
"Tawuran hanya berujung kepada rusaknya moral bangsa. Dengan menghindari tawuran, kita sudah menghargai jasa-jasa pahlawan terdahulu,"

5 komentar:
sippp
semoga artikel nyaberpengaruh bagi kita semua ya?
thats right
iya
smg dgn artikl ini......dpt menyadarkn kta smua
Posting Komentar