Kamis, 01 Januari 2015

TUGAS KONSEP DASAR TIK



TUGAS TAMBAHAN
KONSEP DASAR TIK
RESENSI BUKU BAB 7-12
BERHENTI JADI PENONTON TELEVISI


Disusun Oleh :
Nama                    : Fifi Dwiyanti
Nim                       : 1400005134
Mata Kuliah          : Konsep Dasar Tik
Kelas/ semester     : 1C/ 1


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2014

IDENTITAS BUKU

Judul Buku  : Berhenti Jadi Penonton Televisi
Penulis        : Heru Effendy
Penerbit      : PT Gramedia
Cetakan      : Cetakan pertama, 2008 (penerbit erlangga)
Cetakan kedua (Revisi), Agustus 2014
Tebal          : 128 hlm







Inti dalam bab 7-12 membahas tentang 1).kesemenaan atau kesalahan dalam penggunaan “ Kita” dan “Kami” dalam berita dan “elu” dan “gue” dalam drama pada layar televisi, 2).belum optimalnya upaya televisi dalam perimbangan menyajikan tayangan berita baik itu berupa debat,opini, maupun polemik yang berkembang di masyarakat, 3) kurangnya penggunaan rancangan komunikasi politik melalui layar kaca yang digunakan sebagai asosiasi antara sepak terjang politik sang figur dan citra partai dengan melalui 4 Tahapan  yaitu:pertama, awareness (mambangun dan merawat kesadaran) kedua, involvement (membangun keterlibatan) ketiga, transaction ( transaksi politik) keempat, payback time (evaluasi) serta kurangnya dalam memanfaatkan medium televisi dengan baik, 4).munculnya berita yang tidak diinginkan dalam  pembentukan opini yang sering dilakukan lewat media politik, 5).kurangnya pengaturan sedemikian rupa dalam mentayangkan pesan dalam televisi yang menyangkut suku atau kelompok masyarakat sehingga dapat berpotensi memicu timbulnya kecemburuan politik yang pada akhirnya akan berakibat pada konflik sosial serta kurangnya perhatian KPI dalam menyiapkan panduan-panduan teknis dalam penyiaran berita atau dianggap sensitif untuk satu atau beberapa kelompok etnis.panduan yang dimaksud adalah sarana kontrol diri (self-control) dan sensor-diri (self-censorship) .panduan ini disusun dengan memperhatikan masukan dari banyak pihak, termasuk pengelola stasiun televisi, peneliti masalah sosial dan budaya, serta pemuka agama, 6).kurang mampunya masyarakat untuk berhenti jadi penonton televisi walaupun sadar akan berdampak negatif untuk diri dan keluargannnya.
 Selain itu, dalam bab 7-12  ini juga mengajak kita bukan hanya sekedar menonton tetapi juga mencari cara untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola televisi publik yang baik yaitu:


1.penggunaan “ Kita” dan “Kami” dalam berita dan “elu” dan “gue” dalam drama harus kita  perhatikan dengan tujuan agar kita tidak salah kaprah atau sembarang dalam menggunakan kata tersebut dalam layar telivisi.


2.Dalam menyajikan tayangan sebaiknya informasinya akurat,berimbang, dan aktual serta bahasanya tidak rumit sehingga tidak membuat masyarakat bingung dan dapat mendorong kita untuk menjadi demokratisasi yang baik.


3.Semua tahapan  komunikasi politik sebaiknya dirangkai utuh dan terpadu agar tidak terjadi pencitraan yang buruk pada partai politik dengan  melakukan pemanfaatkan medium televisi dengan sebaik-baiknya.


4.Dalam pembentukan opini publik harus memiliki perhatian yang khusus agar bisa membentuk opini publik seperti yang diinginkan.

5.Pesan yang dimuat dalam tayangan televisi yang menyangkut suku atau kelompok masyarakat hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga meminimalkan timbulnya potensi konflik sosial serta Sudah sepantasnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyiapkan panduan-panduan teknis dalam penyiaran berita atau dengan memperhatikan dan menyaring segala bentuk informasi yang diduga atau dianggap sensitif untuk satu atau beberapa kelompok etnis untuk ditayangkan dalam telivisi.


6.Masyarakat harus mampu mendampingi, membatasi, ataupun berhenti sama sekali menonton televisi pada diri dan keluarganya agar dapat terhindar dari dampak negatif televisi.

0 komentar:

Posting Komentar

kursor

Blogger Widgets

Template by:

Free Blog Templates