TUGAS
TAMBAHAN
KONSEP
DASAR TIK
RESENSI
BUKU BAB 7-12
BERHENTI
JADI PENONTON TELEVISI
Disusun
Oleh :
Nama : Fifi Dwiyanti
Nim : 1400005134
Mata Kuliah : Konsep
Dasar Tik
Kelas/ semester : 1C/ 1
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2014
IDENTITAS BUKU
Judul Buku :
Berhenti Jadi Penonton Televisi
Penulis :
Heru Effendy
Penerbit :
PT Gramedia
Cetakan : Cetakan
pertama, 2008 (penerbit erlangga)
Cetakan kedua (Revisi),
Agustus 2014
Tebal :
128 hlm
Inti
dalam bab 7-12 membahas tentang 1).kesemenaan atau kesalahan dalam penggunaan “
Kita” dan “Kami” dalam berita dan “elu” dan “gue” dalam drama pada layar
televisi, 2).belum optimalnya upaya televisi dalam perimbangan menyajikan
tayangan berita baik itu berupa debat,opini, maupun polemik yang berkembang di
masyarakat, 3) kurangnya penggunaan rancangan komunikasi politik melalui layar
kaca yang digunakan sebagai asosiasi antara sepak terjang politik sang figur
dan citra partai dengan melalui 4 Tahapan yaitu:pertama, awareness (mambangun dan
merawat kesadaran) kedua, involvement (membangun keterlibatan) ketiga, transaction
( transaksi politik) keempat, payback time (evaluasi) serta kurangnya dalam
memanfaatkan medium televisi dengan baik, 4).munculnya berita yang tidak
diinginkan dalam pembentukan opini yang
sering dilakukan lewat media politik, 5).kurangnya pengaturan sedemikian rupa dalam
mentayangkan pesan dalam televisi yang menyangkut suku atau kelompok masyarakat
sehingga dapat berpotensi memicu timbulnya kecemburuan politik yang pada
akhirnya akan berakibat pada konflik sosial serta kurangnya perhatian KPI dalam
menyiapkan panduan-panduan teknis dalam penyiaran berita atau dianggap sensitif
untuk satu atau beberapa kelompok etnis.panduan yang dimaksud adalah sarana
kontrol diri (self-control) dan
sensor-diri (self-censorship) .panduan
ini disusun dengan memperhatikan masukan dari banyak pihak, termasuk pengelola
stasiun televisi, peneliti masalah sosial dan budaya, serta pemuka agama, 6).kurang
mampunya masyarakat untuk berhenti jadi penonton televisi walaupun sadar akan berdampak
negatif untuk diri dan keluargannnya.
Selain itu, dalam bab 7-12 ini juga mengajak kita bukan hanya sekedar
menonton tetapi juga mencari cara untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola
televisi publik yang baik yaitu:
1.penggunaan
“ Kita” dan “Kami” dalam berita dan “elu” dan “gue” dalam drama harus kita perhatikan dengan tujuan agar kita tidak
salah kaprah atau sembarang dalam menggunakan kata tersebut dalam layar
telivisi.
2.Dalam menyajikan tayangan sebaiknya informasinya akurat,berimbang, dan aktual serta bahasanya tidak rumit sehingga tidak membuat masyarakat bingung dan dapat mendorong kita untuk menjadi demokratisasi yang baik.
3.Semua tahapan komunikasi politik sebaiknya dirangkai utuh dan terpadu agar tidak terjadi pencitraan yang buruk pada partai politik dengan melakukan pemanfaatkan medium televisi dengan sebaik-baiknya.
4.Dalam pembentukan opini publik harus memiliki perhatian yang khusus agar bisa membentuk opini publik seperti yang diinginkan.
5.Pesan yang dimuat dalam tayangan televisi yang menyangkut suku atau kelompok masyarakat hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga meminimalkan timbulnya potensi konflik sosial serta Sudah sepantasnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyiapkan panduan-panduan teknis dalam penyiaran berita atau dengan memperhatikan dan menyaring segala bentuk informasi yang diduga atau dianggap sensitif untuk satu atau beberapa kelompok etnis untuk ditayangkan dalam telivisi.
6.Masyarakat
harus mampu mendampingi, membatasi, ataupun berhenti sama sekali menonton
televisi pada diri dan keluarganya agar dapat terhindar dari dampak negatif
televisi.



0 komentar:
Posting Komentar